Jumat, 01 Juni 2012

pendidikan, pendidikan,,dan pendidikan

Masih percayakah anda dengan pendidikan agama??,,

Globalisasi yang tak terelakkan membuat sebagian anak terjerat arus budaya barat.  Jika tak pandai memfilter akal budi dari hasil globalisasi tersebut, maka kehancuran generasi akan terjadi. Proses pergeseran sikap dan mentalitas generasi muda untuk dapat hidup sesuai dengan  tuntutan masa kini, mulai terlihat di berbagai sisi kehidupan. Sikap individualisme yang sudah mulai menggerogoti jiwa anak bangsa secara tidak langsung membuat pola pikir mereka kini berkiblat pada kebudayaan barat. Pola hedonisme, tindak premanisme,  dan masih banyak lagi bukti pergeseran moral kini, menjadi bukti kemunduran akibat globalisasi yang tak tersaring dengan baik.
Mencicipi modernisasi ternyata harus memiliki pondasi yang kuat. Maka, sejak dini pendidikan anak harus menjadi perhatian penting bagi para orang tua. Karena dengan pendidikanlah anak akan terbentuk menuju pribadi insan kamil. Pemilihan tempat menuntut ilmu yang memberikan dasar ilmu yang kokoh, harus diutamakan. Tapi tetap tak melupakan pendidikan di rumah, yakni pendidikan dari orang tua dan keluarga.
Memilih sekolah bukan hal yang mudah. Orang tua pasti mengharapkan sekolah yang unggul bagi anak mereka. Suyanto dalam Elfahmi (2006) menegaskan bahwa sekolah unggul memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu: (1) memiliki budaya akademik yang kuat, (2) memiliki kurikulum yang selalu relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (3) memiliki komunitas sekolah yang selalu menciptakan cara-cara atau teknik belajar untuk belajar yang inovatif, (4) berorientasi pada pengembangan hard knowlegde dan soft knowlegde secara seimbang, (5) proses belajar untuk mengembangkan potensi siswa secara holistik, dan (6) mengembangkan proses pengembangan kemampuan dan kompetensi ber-komunikasi siswa secara global.
Fenomena sistem pendidikan yang tak menjawab kegusaran mayarakat akan terwujudnya akhlakul karimah, membuat para pemerhati pendidikan khawatir dengan kondisi putra-putri anak bangsa. Contohnya saja baru-baru ini, parlemen Turki meloloskan sebuah Undang-Undang yang mengijinkan orangtua untuk memindahkan anak-anak mereka ke sekolah Islam sejak dini. Pejabat pendidikan mengatakan RUU itu bertujuan untuk meningkatkan sistem pendidikan yang memburuk di sekolah-sekolah Turki. Sekitar 295 dari 550 anggota parlemen mengadakan voting untuk memutuskan peraturan tersebut pada Jumat (30/3) dan 91 orang menolaknya. Negara dengan kalangan sekuler yang dominan membuat UU ini tak melalui perjalanan yang mulus. Baku hatam ketika sidang pun tak terelakkan.
Inggris memiliki minoritas Muslim yang cukup besar. Jumlahnya hampir mencapai 2,5 juta Muslim. Mayoritas mereka berusia antara 13 dan 25 tahun. Namun tak menyurutkan keyakinan untuk memberikan pendidikan Islam pada anak-anak mereka. Kebutuhan untuk pendidikan Islam di Inggris semakin berkembang. Orang tua muslim kini semakin banyak yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah Islam. Selama 10 tahun terakhir, sekitar 60 sekolah Islam telah dibuka. Satu sekolah Muslim di Birmingham, Al-Hijrah bahkan telah memperkenalkan sistem undian untuk menentukan muridnya. Satu kursi direbutkan oleh 25 orang tua. Banyaknya permintaan terhadap sekolah Islam konon disebabkan sekolah umum tidak dapat melayani dengan baik.
Indonesia memang berbeda dengan Negara Turki dan Inggris dari segi permasalahan yang dihadapi. Namun, Turki dan Inggris, di tengah sekularismenya, tetap memilih jalan Islam sebagai jalan keluar permasalahan mereka. Ini membuktikan bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan yang seharusnya dikedepankan demi menancapkan pondasi yang kokoh pada anak bangsa.
Kecerdasan spiritual yang dipupuk sejak masa kanak-kanak akan menjadi benteng pelindung dari arus budaya barat yang kuat. Setiap anak dilatih memilah mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan kacamata agama, yang tak dapat dipisahkan dari lini kehidupan. Kurikulum yang tak berdasar dari keimanan hanya akan menjadikan materi (nilai, gelar, dan uang) diatas segalanya.  Padahal IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) saja tidak cukup untuk mengarungi samudra kehidupan, tapi juga  perlu IMTAQ (Iman dan Taqwa). Pendidikan Islam yang berpadu dalam pendidikan ruhiyah, fikriyah (pemahaman/pemikiran) dan amaliyah (aktivitas) akan melahirkan insan tangguh.
Tidak hanya menahan arus globalisasi yang negatif, dengan Pendidikan Islam pun diyakini akan mencetak generasi yang bernurani. Dengan mencontoh pada suri tauladan terbaik sepanjang masa, siswa akan diajarkan sifat amanah, fathonah, sidiq dan tabligh. Penyakit korupsi akut yang berkerak di negeri ini, jangan sampai tertular pada generasi muda secara estafet. Mulai dengan Pendidikan Agama yang paripurna di kalangan remaja, kelak akan menuju negara bersih dari korupsi. Budaya malu berbuat kesalahan akan menjadi karakter.
Indonesia memiliki penduduk  yang ke-4 terbanyak didunia yang notabene mayoritas beragama muslim terbanyak di dunia. Namun, ternyata perhatian pemerintah masih sangat kurang terhadap hal tersebut. Jika dilihat dari Departemen Agama, seperti dikutip Azyumardi Azra, bahwa peranan pemerintah terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam sejak awal kemerdekaan sampai sekarang dapat dikatakan sangat minimal. Terbukti dengan menjamurnya sekolah Islam swasta daripada negeri.
Meskipun begitu, peminat pendidikan Islam di Indonesia menurut data di Bidang Pendidikan  Depag mengalami peningkatan tiap tahunnya. Perkembangan tersebut membuktikan bahwa pendidikan Islam tetap dilirik masyarakat ditengah pergolakan         arus liberaliseme. Berdasarkan perkembangan jumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah pada tahun ajaran 2007/2008 sampai tahun  ajaran 2009/2010 berjumlah  meningkat sebanyak 4,96%. Pada tahun ajaran yang sama, Madrasah Tsanawiyah jumlah siswa meningkat  8,29%. Sedangkan Madrasah Aliyah meningkat 7,21 %. Hal ini senada dengan pendapat pengamat pendidikan, Imam Suprayogo, menyatakan minat masyarakat atas pendidikan Islam terus meningkat. Alasannya, banyak orang tua menginginkan anaknya tidak hanya memiliki pengetahuan umum, tapi juga agama.
Data tersebut menunjukan bahwa adanya kepercayaan yang tak surut dari masyarakat untuk memepercayakan anak mereka dididik dalam lingkungan Islam. Hal tersebut harus dibarengi dengan perhatian pemerintah untuk memberikan dukungan secara intensif demi terwujudnya Indonesia yang tetap menjunjung tinggi adat ketimuran.

Minggu, 29 April 2012

Cara Meredam Amarah Terjitu
buat kalian-kalian yang pingin amarahe gax meledak-ledak.
ini aku kasih tips ya..kali aja bisa bantu.oke
Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah s.a.w. bersabda "Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai" (H.R. Ahmad). DAlam riwayat Abu Hurairah dikatakan "Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah" (H.R. Malik).

Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.

Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan :
1. Membaca Ta'awwudz. Rasulullah bersabda "Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu "A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim" "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk" (H.R. Bukhari Muslim).

2. Berwudlu. Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abud Dawud).

3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakan"Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah" (H.R. Abu Dawud).

4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (H.R. Ahmad).

5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di
lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (H.R. Tirmidzi)

Jumat, 20 April 2012

merindu

Tuhan ,,
aku merindukannya...
aku hanya bisa terdiam disudut pekat
aku terus senandungkan nada
walau semuanya hanya terbalaskan sebuah deru yang membisu
aku terdiam di sudut ruang, ditengah semesta yang meredup
aku berharap semua ini segera berusai
walau ku tau akan berakhir juga debaran didadaku
kemudian aku terdiam di ruang terang
yang sudah terlalu lama menggelap
sepekat malam, yang menggelapkan mata
yang akhirnya akan hilang berganti pagi

Kamis, 19 April 2012

kehidupan yang tidak sepadan dengan apa yang kita inginkan

Hari ini gue bolos masuk UTS, dan mungkin besok juga bakalan bolos lagi. Belum pernah ada orang cerdas separah gue (Cerdas banget loe kar, sampe - sampe nggak ikut UTS). Sebo - bego-nya orang, gue lebih bego, idiot, dan hina dibandingkan manusia lain didunia ini. Gue berasa jadi manusia yang nggak berotak (Sama kayak hewan dong?). Yah bisa dibilang gue ini nggak lebih pintar dari hewan, dan gue juga seribu kali lebih malas dibandingkan binantang sirkus. Binantang sirkus ajah setiap harinya selalu latihan buat ngehibur penonton. Dan gue kebalikannya, kerjaan gue tidur, bangun, boker, tidur bangun boker, begitu terus nggak berenti - berenti.


Gue pikir binatang lebih males dari manusia, ternyata dugaan gue itu salah. Ternyata justru manusia yang lebih males dari pada binantang (Loe sendiri ajah kali kar, gue kagak!). Sekarang loe pikir (Bagi yang bisa mikir), binatang setiap hari nyari makan dengan susah payah, berburu menerkam mangsa. Sedangkan manusia, dari kebanyakan yang hidup melakukan kegiatan yang seperti gue. Bangun tidur buka laptop terus makan, tidur lagi, dan boker. Ini sebuah fakta yang tak terbantahkan. Bahwa manusia jauh lebih malas dibandingkan binantang atau hewan. (Mudah - mudahan teori ini bener?, kalo ada yang salah tolong di koreksi. Tapi gue yakin teori gue ini bener, jadi kayak-nya nggak perlu dikoreksi).


Ok kembali kemalam penuh kebingungan menghadapi ujian di hari kemarin. Gue mutusin untuk belajar.
'Iyah semalem gue udah belajar, cuma gue nyerah!'


Tapi bukan berarti gue nggak bisa sama pelajaran di kuliah gue yang sekarang. Ini lagi - lagi kembali kecocok apa nggak cocok kuliah yang gue jalanin. Bukan masalah bisa apa nggak bisa gue ngejalanin kuliah ini. Tapi ini menyangkut dan tersangkut apa yang gue inginkan dan harapan. Entahlah gue juga masih bingung sampe sekarang, mudah - mudahan gue secepatnya mendapat hidayah agar kembali kejalan yang memang seharunya gue berada disana.


Malem kemaren gue pake buat belajar sebentar, cuma berhubung rasa males yang berkecambuk serta debat tekanan batin didalam diri gue sendiri, tetap bergejolak dengan riang-nya. Akhirnya gue mutusin malem itu untuk nulis, download, dan chating. Nggak penting banget kan?, padahal kalo dipake buat belajar lumayan, paling nggak satu dua rumus nyantol di otak udang gue.


Buka - buka internet, akhirnya gue kepikiran buat nyari info tentang jurusan yang gue idam - idamin banget. Inget bukan berarti idam kaya ibu - ibu hamil (Itu ngidam bego!). Owh beda yah? sorry, he (^_^)


Gue dari awal lulus SMA emang udah punya niatan ngabil jurusan yang berkaitan dengan dunia komputer, apapun itu. Bagi gue komputer merupakan dunia yang unik. Kenapa?, karena semua aspek teknologi menggunakan sistem komputer. Apa lagi di jaman super canggih saat ini. Komputer sudah menjadi kebutuhan pokok bagi para pengusaha ataupun para-pekerja kantoran. Bikin tugas laporan pake komputer, ngetik pake komputer, berhitung pake komputer, cari informasi pake komputer, nyimpen data kantor pake komputer, disain pake komputer, mesin ATM buat ngambil duit juga pake komputer, semuanya-nya pake komputer, kecuali kalo kita masak baru pake penggorengan. (Yaialah masak pake penggorengan, masa pake komputer?). Heit, tunggu dulu!, siapa tau ajah lima tahun atau dua puluh tahun kedepan masak ajah pake sistem komputer (Ya nggak mungkin lah). 


Jangan salah, sistem robot saat ini udah mulai banyak perkembangan, dan itu nggak lepas dari yang namanya komputer. Konon ada peribahasa yang mengatakan, "Semakin berkembangnya teknologi maka semakin berkembang pula sifat malas manusia". Kalo ditanya kenapa?, jawabannya adalaaaaa...h?
"Jreng, jreng, jreng............!"
Karena emang pada dasarnya manusia punya sifat malas. Seperti yang udah gue jelasin diawal tadi, he (^_^)